Jama’ah Jum’at rahimakumullah,
Tidak henti-hentinya setiap khatib Jum’at selalu berpesan agar kita senantiasa meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT secara maksimal, yaitu dengan menjalankan seluruh perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Hal ini harus kita terapkan dalam menjalani profesi dan jabatan kita masing-masing, baik dalam keadaan terang-terangan maupun tersembunyi, secara lahir maupun batin. Namun sebagai manusia, kita tidak luput dari salah dan dosa. Dan sebaik-baiknya manusia yang berbuat dosa adalah yang menyadari kesalahannya, kemudian bertaubat dengan taubatan nasuha dan beramal saleh.
Jama’ah Jum’at rahimakumullah,
Alhamdulillah, bulan Ramadhan telah kita jalani dan kini kita berada di bulan Syawal. Bulan Ramadhan telah mendidik kita dalam banyak hal, terutama dalam pengendalian diri.
Secara fisik, kita hanya memindahkan waktu makan dan minum dari siang ke malam. Namun secara batin, puasa Ramadhan mendidik kita untuk menahan diri dari perbuatan yang menjerumuskan ke dalam dosa dan mengantarkan ke neraka.
Sehingga kita diharapkan menjadi pribadi yang bertakwa. Karena setiap khutbah Jum’at selalu menekankan pentingnya takwa kepada Allah SWT. Tidak sah khutbah tanpa pesan takwa.
Orang yang bertakwa akan memiliki dampak yang kuat dalam kehidupan pribadi maupun bermasyarakat. Dan kita harus sadar bahwa satu-satunya yang akan menyelamatkan kita di akhirat adalah takwa kita kepada Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa bertakwa kepada Allah, maka Allah akan menyelamatkannya di dunia dan akhirat.”
Selain itu, kita wajib senantiasa bersyukur atas nikmat Allah yang tidak terhitung jumlahnya. Walaupun kita menghadapi berbagai ujian hidup, yakinlah bahwa rahmat Allah jauh lebih besar daripada segala masalah yang kita hadapi.
Jama’ah rahimakumullah,
Waktu terus berjalan dan tidak akan pernah berhenti. Tidak ada satu pun makhluk yang mampu menghentikan waktu selain Allah SWT.
Dalam ilmu matematika dan fisika, kehidupan ini dapat dipandang sebagai fungsi waktu. Bahkan dalam perkembangan teknologi modern seperti kecerdasan buatan (AI), masa depan dapat dimodelkan berdasarkan fungsi waktu.
Namun di balik itu semua, waktu yang terus berjalan ini adalah pengingat bahwa hidup kita akan berakhir.
Dalam sebuah hadits, Malaikat Jibril berkata kepada Nabi Muhammad SAW:
“Wahai Muhammad, hiduplah sesukamu karena engkau pasti akan mati. Cintailah apa yang engkau suka, karena engkau akan berpisah dengannya. Dan berbuatlah sesukamu, karena engkau akan mendapatkan balasan atas perbuatanmu.”
Hadits ini mengingatkan kita bahwa kehidupan akhirat adalah kehidupan yang sebenarnya dan kekal selamanya.
Jama’ah rahimakumullah,
Kehidupan manusia memiliki lima fase:
Fase shulbi Fase dunia Fase alam kubur (barzakh) Fase kebangkitan Fase hisab dan akhirat
Saat ini kita berada di fase dunia. Sebelumnya kita berada di dalam rahim selama kurang lebih sembilan bulan.
Suatu saat, kematian pasti akan datang, tanpa memandang usia, kondisi, atau keadaan. Tidak bisa dimajukan dan tidak bisa ditunda.
Allah SWT berfirman:
“Setiap yang bernyawa tidak akan mati kecuali dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya.”
Jama’ah rahimakumullah,
Kematian akan membawa kita ke alam kubur. Saat ini, miliaran manusia telah berada di alam kubur sejak zaman Nabi Adam hingga sekarang.
Namun perlu dipahami bahwa alam kubur bukanlah tempat akhir. Kita akan melanjutkan perjalanan menuju kehidupan yang kekal, yaitu surga atau neraka.
Surga dan neraka adalah pilihan kita, dengan izin Allah SWT.
Jama’ah rahimakumullah,
Selama di alam kubur, ada nikmat dan ada siksa. Oleh karena itu, selama masih di dunia, kita harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya.
Kehidupan dunia sangat singkat, hanya puluhan tahun. Maka gunakan waktu ini untuk memperbanyak ibadah dan amal saleh sebagai bekal akhirat.
Di dalam kubur, kita akan ditanya tiga hal:
Siapa Tuhanmu? Apa agamamu? Siapa nabimu?
Kegagalan menjawab bukan karena tidak hafal, tetapi karena tidak mengamalkan dalam kehidupan.
Maka kita harus berkomitmen untuk:
Bertakwa kepada Allah Meneladani Nabi Muhammad SAW Menjalankan syariat Islam dengan sungguh-sungguh
Dan kita berharap saat meninggal, kalimat terakhir kita adalah:
لا إله إلا الله (Laa ilaaha illallah)
Jama’ah Jum’at rahimakumullah,
Di zaman teknologi saat ini, silaturahmi di dunia nyata mulai tergantikan oleh dunia maya. Banyak orang lebih sibuk dengan HP dibandingkan berinteraksi langsung.
Mari kita introspeksi diri: Apakah waktu kita lebih banyak untuk HP atau untuk membaca Al-Qur’an?
Gunakan teknologi dengan bijak dan jangan sampai menjadi sarana maksiat. Karena informasi dari HP tidak akan bermanfaat di akhirat.
Yang akan menolong kita adalah Al-Qur’an yang kita baca dan amalkan.
Rasulullah SAW bersabda:
“Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan menjadi penolong bagi pembacanya di hari kiamat.” (HR. Muslim)
Penutup
Semoga kita termasuk orang-orang yang pandai bersyukur, diberikan kesabaran, istiqamah dalam ibadah, serta menjadi hamba yang selalu dekat dan dicintai Allah SWT dalam segala keadaan.
بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم، ونفعني وإياكم بما فيه من آياته وذكر الحكيم، وتقبل الله منا ومنكم تلاوته، إنه هو السميع العليم، وأقول قولي هذا فأستغفر الله العظيم إنه هو الغفور الرحيم
